Pemrograman Bahasa C untuk AVR Bahasa C luas digunakan untuk pemrograman berbagai jenis perangkat, termasuk mikrokontroler. Bahasa ini sudah merupakan high level language, dimana memudahkan programmer menuangkan algoritmanya. Untuk mengetahui dasar bahasa C dapat dipelajari sebagai berikut.
PERNYATAAN Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian RI Budi Dharmadi kepada pers baru-baru ini yang mengungkapkan telah melakukan pengkajian dan pengembangan konsep mobil murah (low cost vehicle) dan hijau (economic green vehicle), sangat menarik dan patut dicermati.
Hal tersebut dinyatakan Budi Dharmadi sebagai tanggapan atas desakan berbagai kalangan komunitas pecinta otomotif di tanah air agar konsep mobil murah dan hijau sekaligus berteknologi tinggi secepatnya diterapkan pemerintah mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang tidak menentu yang berimbas pada kelesuan daya beli masyarakat khususnya bisnis otomotif.
Alasan lain, Indonesia merupakan salah satu penghasil polusi tertinggi di kawasan Asia bahkan di dunia, dimana penyumbang polusi tertinggi berasal dari gas buangan (emisi) berbagai jenis kendaraan bermotor. Solusi untuk mereduksi polusi salah satunya membuat kendaaraan ramah lingkungan.
Komputer yang kita gunakan sekarang ini tidak serta merta muncul begitu saja melainkan melalui proses yang panjang dalam evolusinya. Hal ihwal munculnya komputer mungkin dapat dilihat dalam kilas balik sejarah sejak digunakannya Abacus, Pascaline, Arithometer, Babbage’s Folly dan Hollerith. Kesemuanya masih berbentuk mesin sepenuhnya tanpa tenaga listrik. Ukuran dan kerumitan strukturnya berdasarkan atas tingkat pengoperasian perhitungan yang dilakukan. Barulah pada tahun 1940, era baru komputer elektrik dimulai sejak ditemukannya komputer elektrik yang menerapkan sistem aljabar Boolean. Perkembangan teknologi komputer yang dijabarkan di bawah ini di bagi atas empat generasi berdasarkan atas komponen-komponen yang digunakannya, mulai dari yang berukuran “big” hingga mikro yang sejalan juga dengan kerumitan komponennya.
Kita sering tertegun melihat kinerja sebuah jam digital di tangan kita yang mampu mencacah detik demi detik, atau odometer digital kendaraan kita yang mencacah kilometer demi kilometer atau timbangan digital yang maencacah gram demi gram, mesin otomatis pengisi bahan bakar mencacah liter demi liter bensin dan lain-lain. Mengapa piranti digital tersebut dapat mencacah? Mengapa piranti tersebut dapat meniru kita dalam mencacah sesuatu, 2 lliter bensin misalnya? Berikut ini kita akan membahas piranti digital yang mempunyai kemampuan mencacah yaitu piranti pencacah atau Counter.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar